Jumat, 18 November 2016

BUAH PEPAYA

Kami Ahmad,Whisnu,Ana,dan Riska siswa dari SMA N 1 Toroh,ingin mencoba membuat blog dengan tema buah pepaya

Berikut ini penjelasan tentang buah pepaya


      Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dariAmerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papayaadalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".

Kegunaan


Pepaya jantan dengan bunga.
     Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batangdaun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang.
Untuk memproduksi papain, bahan baku yang perlu dipersiapakan adalah getah pepaya. Sementara bahan penolongnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah pepaya, sedangkan sulfit digunakan sebagai pelarut bahan kimia.
Pengambilan Getah Buah Pengambilan getah buah dilakukan pada buah yang sudah berumur 2.5-3 bulan. Buah yang sedang dalam masa penyadapan harus tetap tergantung pada batang pokoknya. Penyadapan dilakukan sampai tujuh kali dengan interval penyadapan empat hari, maka waktu yang diperlukan untuk penyadapan adalah sekitar 28 hari. Waktu yang tepat untuk menyadap adalah pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari sebelum matahari terbenam. [1]
Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.

Pemerian

Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5–10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.
Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.
Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.
Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi.[2] Suatu penanda genetikRAPD juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin betina dari pepaya jantan atau banci.[3]

      Manfaat buah pepaya:
    •    Menjaga kesehatan indera penglihatan
    •    Meningkatkan daya tahan tubuh
    •    Mengatasi masalah BAB
    •    Detoksifikasi / menyerap dan mengeluarkan racun dalam tubuh
    •    Mencegah penuaan dini
    •    Baik untuk penderita diabetes
    •    Mencegah beberapa jenis kanker
    •    Menjaga keindahan kulit dan rambut
    •    Sangat baik untuk program diet

Tak hanya itu buah pepaya juga dapat dimasak sebagai alternatif sayuran, daging buah muda dapat ditumis dan dijadikan aneka olahan makanan. Untuk daunnya, sudah sejak lama masyarakat Indonesia menggunakan daun pepaya sebagai salah satu makanan favorit yaitu sebagai lalapan. Sedangkan untuk getah dari pepaya digunakan sebagai bahan pelunak daging serta mengubah konformasi protein laiinya karena didalam getah tersebut mengandung enzim papain.
Namun buah pepaya juga bisa dimanfaatkan menjadi manisan pepaya:

Bahan bahan dasar membuat (mengolah) manisan pepaya basah 

- Pepaya mengkal 1 buah
- Gula pasir 1 kg
- Garam 4 sendok makan (larutkan garam dengan air 1 liter)
- Kapur sirih 3 sendok teh (larutkan dengan air 1 liter)

Cara membuat / mengolah minuman manisan pepaya basah spesial yaitu :

• Terlebih dahulu buah pepaya dikupas dan dipotong-potong. Lalu direndam dalam larutan garam sampai pepaya layu. Tiriskan.
• Potongan pepaya dibentuk menurut selera, kemudian pepaya direndam dalam larutan kapur sirih selama semalam. Tiriskan dan pepaya dicuci hingga benar-benar bersih.
• Masukkan ½ kg gula pasir ke dalam pepaya, aduk rata. Diamkan selama 2 jam sampai pepaya berair. Tiriskan dan sisihkan airnya.
• Tambahkan air gula bekas rendaman tadi dengan ½ kg sisa gula pasir, lalu direbus sampai menngental.            Angkat dan dinginkan.
• Tuangkan air gula ke pepaya, kemudian simpan dalam toples serta direndam selama semalaman sampai          keluar air. Tiriskan.
• Manisan pepaya basah siap disajikan




Berikut ini saya juga akn memberikan teritorial pembuatan manisan buah



                                                     SEMOGA BERMANFAAT...............!!!!







































Selasa, 15 November 2016

BUAH BLIGO
kami Ahmad,Whisnu,Ana,dan Riska siswa dari SMA N 1 Toroh,ingin mencoba membuat blog dengan tema buah bligo.

berikut ini penjelasan tentang buah bligo



       Buah Bligo (Benincasa hispida) yaitu sejenis tanaman semak yang sekeluarga dengan buah labu (labu-buan). Memiliki bentuk yang bulat serta lonjong besar yang serupa seperti semangka. Kulitnya hijau polos.Buah ini awalnya dibudidayakan di Asia Tenggara, namun saat ini juga ditanam di Asia Timur dan Selatan. Buah bligo atau nama botaninya Benincasa hispida ( thunb.) Cogn. Nama yang lain ialah Benincasa cerifera G. Savi. Orang Jawa mengenalinya dengan nama beligo atau belonceng. Nama Inggeris untuk kundur ialah wax gourd, white gourd dan ash gourd.
        Buah kundur sebenarnya adalah buah semusim, akan tetapi buahnya dapat bertahan dalam tempo yang lama bahakan berbulan bulan. Perkataan gourd merujuk kepada pelbagai jenis buah dalam famili Cucurbitaceae seperti peria (bitter gourd), labu (musky gourd),labu air (bottle gourd) dan sebagainya. Perkataan wax white dan ash merujuk debu putih yang terdapat pada kulit buah kundur.

Manfaat dan kandungan gizi buah kundur atau buah beligo antara lain :
  1. Air adalah komponen utama penyusun beligo. Air merupakan komponen gizi yang tidak         menyumbangkan energi. tetapi keberadaannya sangat diperlukan oleh tubuh. Sekitar 75% tubuh kita tersusun oleh air. Karena itu, air diperlukan tubuh dalam jumlah banyak. Air dalam tubuh berguna untuk menjaga suhu tubuh, jika tubuh kekurangan cairan maka tubuh akan dehidrasi dan kita akan lemas.
  2. Kulit luar atau lapisan luar dari buah kundur biasanya digunakan sebagai bahan untuk memproduksi lilin.
  3. Abu biji buah kundur dapat digunakan untuk mengobati penyakit gonorhe.
  4. Masyarakat Filipina memasak buah kundur segar untuk dijadikan sirup dan ubat bagi masalah pernafasan dan paru paru.
  5. Air kundur juga didapati sebagai bahan cuci mata yang merah dan bengkak.
       Secara tradisional buah bligo dimanfaatkan sebagai ramuan penurun panas, sedangkan daging buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan seperti manisan buah bligo. berikut adalah cara-cara menbuat manisan buah bligo:
Bahan :
·         Buah Bligo / Kundur.
·         Gula pasir
·         Satu sendok teh sitrun
·         Kapur sirih
·         Pewarna makanan.
·         Air  200 ml
Cara membuat :
  • Kupas buah bligo, kemudian potong melintang berbentuk persegi panjang atau sesuai dengan selera anda kemudian cuci hingga bersih.
  • Rendam irisan buah bligo degan air kapur sirih kurang lebih 30 menit, untuk menghilangkan getah dari buah bligo.
  • Setelah rendaman selesai kemudian cuci kembali buah bligo.
  • Didihkan air yang sudah dicampur dengan sitrun ( untuk memberi rasa asam) dan pewarna makanan, gula.
  • Setelah mendidih masukan irisan buah bligo, tunggu hingga buah bligo empuk.
  • Angkat rebusan tersebut, kemudian diamkan beberapa menit agar rasa manis, asam, dan pewarnannya lebih meresap.
  • Hidangkan.

Selasa, 25 Oktober 2016

KETERAMPILAN

    Keterampilan yaitu kelebihan atau kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk mampu menggunakan akal, fikiran, ide, dan kreatifitasnya dalam mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu.
   Pada dasarnya akan lebih baik bila keterampilan terus di asah dan dilatih untuk menaikkan kemampuan. 
                                                                                                                                           Berikut beberapa contoh keterampilan:

      1.keterampilan memasak
      2.keterampilan menulis 
      3.keterampilan membuat kerajinan tangan 
      4.dll 

   Dari contoh di atas kita bisa mengembangkannya,salah satunya adalah keterampilan dalam bidang masakan dan keterampilan membuat kerajinan tangan.                                                    
Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa beligo memiliki banyak manfaat. Tetapi buah ini jarang di jumpai,karena buah itu tumbuh pada musim-musim tertentu. Bligo biasanya hanya dibuat sayuran tetapi bligo dapat juga diolah menjadi manisan permen bligo.

          Berikut cara membuat manisan permen bligo :
 
                           Hasil gambar untuk buah bligo


 Bahan-bahan :
·         1 Buah bligo
·         1 kg gula pasir
·         2 lembar kayu manis
·         Pewarna makanan secukupnya
·         Kapur sirih secukupnya
     Cara Membuat Manisan Buah Bligo :

  1. kupas buah bligo, lalu potong kecil-kecil
  2. Cuci buah bligo sampai bersih lalu tiriskan.
  3. Siapkan air secukupnya, beri air kapur sirih. Rendam buah bligo dalam air kapur sirih selama 3-4 jam.kemudian bilas dengan air bersih, lalu tiriskan.
  4. Rebus gula, pewarna makanan, dan buah bligo secara bersamaan dengan air kurang lebih 100 ml hingga airnya habis.
  5. Angkat,kemudian jemur buah bligo dibawah terik matahari selama 2 – 4 hari atau sampai benar – benar kering.
  6. Simpan dalam wadah tertutup tapi lebih baik di simpan di tempat yang terbuka dan lebih awet.
Di bawah ini adalah gambar bligo yg belum dikeringkan dan yang sudah dikeringkan :
 
Hasil gambar untuk permen bligo Hasil gambar untuk permen bligo 

KERAJINAN TANGAN DARI BARANG BEKAS


      Barang bekas sering berserakan di rumah, Jangan khawatir dan jangan pusing. Karena barang-barang bekas ini bisa kamu manfaatkan sebagai kerajinan tangan. Tidak hanya membantu kamu dalam membereskan barang bekas tersebut, namun juga bisa memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari kamu.
      Segera jadikan barang-barang bekas yang menumpuk di rumah menjadi kerajinan tangan. Sebagai bahan referensi kamu, seperti botol bekas yang sudah tidak digunakan. Botol biasanya salah satu benda plastik yang dianggap oleh sebagian orang adalah sampah yang tidak memiliki nilai jual. Barang barang tersebut akan diubah menjadi sesuatu yang unik dan kreatif di tangan orang orang kreatif. Dibawah ini merupakan contoh kerajinan tangan dari botol bekas yang di manfaatkan sebagai pot bunga:
          

Kerajinan Tangan dari Botol Bekas Berbentuk Pot Bunga

kerajinan-tangan-dari-botol-bekas

Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan:

  • Botol plastik bekas
  • Pisau
  • Hiasan untuk mata
  • Pupuk/tanah untuk menanam
  • Tanaman

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Bekas Berbentuk Pot Bunga:

  1. Siapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan
  2. Setelah semua sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah memotong botol plasting dengan pisau.
  3. Ukurannya dikira-kira saja atau lihat pada gambar.
  4. Beri sedikit hiasan sesuai keinginan. Jika ingin sesuai contohnya, tempelkan saja tutup botolnya sebagai mulut dan tambahkan mata boneka, lalu tempel.
  5. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah botol agar air tidak mengendap di dalam botol.
  6. Masukkan botol pupuk dan tanah ke dalam botol.
  7. Masukkan bibit tanaman yang ingin di tanam.




                                      SEMOGA BERMANFAAT .................!!!!!!