Kami Ahmad,Whisnu,Ana,dan Riska siswa dari SMA N 1 Toroh,ingin mencoba membuat blog dengan tema buah pepaya
Berikut ini penjelasan tentang buah pepaya
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dariAmerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papayaadalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".
Kegunaan
Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang.
Untuk memproduksi papain, bahan baku yang perlu dipersiapakan adalah getah pepaya. Sementara bahan penolongnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah pepaya, sedangkan sulfit digunakan sebagai pelarut bahan kimia.
Pengambilan Getah Buah Pengambilan getah buah dilakukan pada buah yang sudah berumur 2.5-3 bulan. Buah yang sedang dalam masa penyadapan harus tetap tergantung pada batang pokoknya. Penyadapan dilakukan sampai tujuh kali dengan interval penyadapan empat hari, maka waktu yang diperlukan untuk penyadapan adalah sekitar 28 hari. Waktu yang tepat untuk menyadap adalah pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari sebelum matahari terbenam. [1]
Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.
Pemerian
Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5–10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.
Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.
Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.
Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi.[2] Suatu penanda genetikRAPD juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin betina dari pepaya jantan atau banci.[3]
Manfaat buah pepaya:
• Menjaga kesehatan indera penglihatan
• Meningkatkan daya tahan tubuh
• Mengatasi masalah BAB
• Detoksifikasi / menyerap dan mengeluarkan racun dalam tubuh
• Mencegah penuaan dini
• Baik untuk penderita diabetes
• Mencegah beberapa jenis kanker
• Menjaga keindahan kulit dan rambut
• Sangat baik untuk program diet
• Meningkatkan daya tahan tubuh
• Mengatasi masalah BAB
• Detoksifikasi / menyerap dan mengeluarkan racun dalam tubuh
• Mencegah penuaan dini
• Baik untuk penderita diabetes
• Mencegah beberapa jenis kanker
• Menjaga keindahan kulit dan rambut
• Sangat baik untuk program diet
Tak hanya itu buah pepaya juga dapat dimasak sebagai alternatif sayuran, daging buah muda dapat ditumis dan dijadikan aneka olahan makanan. Untuk daunnya, sudah sejak lama masyarakat Indonesia menggunakan daun pepaya sebagai salah satu makanan favorit yaitu sebagai lalapan. Sedangkan untuk getah dari pepaya digunakan sebagai bahan pelunak daging serta mengubah konformasi protein laiinya karena didalam getah tersebut mengandung enzim papain.
Namun buah pepaya juga bisa dimanfaatkan menjadi manisan pepaya:
Bahan bahan dasar membuat (mengolah) manisan pepaya basah
- Pepaya mengkal 1 buah
- Gula pasir 1 kg
- Garam 4 sendok makan (larutkan garam dengan air 1 liter)
- Kapur sirih 3 sendok teh (larutkan dengan air 1 liter)
- Gula pasir 1 kg
- Garam 4 sendok makan (larutkan garam dengan air 1 liter)
- Kapur sirih 3 sendok teh (larutkan dengan air 1 liter)
Cara membuat / mengolah minuman manisan pepaya basah spesial yaitu :
• Terlebih dahulu buah pepaya dikupas dan dipotong-potong. Lalu direndam dalam larutan garam sampai pepaya layu. Tiriskan.
• Potongan pepaya dibentuk menurut selera, kemudian pepaya direndam dalam larutan kapur sirih selama semalam. Tiriskan dan pepaya dicuci hingga benar-benar bersih.
• Masukkan ½ kg gula pasir ke dalam pepaya, aduk rata. Diamkan selama 2 jam sampai pepaya berair. Tiriskan dan sisihkan airnya.
• Tambahkan air gula bekas rendaman tadi dengan ½ kg sisa gula pasir, lalu direbus sampai menngental. Angkat dan dinginkan.
• Tuangkan air gula ke pepaya, kemudian simpan dalam toples serta direndam selama semalaman sampai keluar air. Tiriskan.
• Manisan pepaya basah siap disajikan
• Potongan pepaya dibentuk menurut selera, kemudian pepaya direndam dalam larutan kapur sirih selama semalam. Tiriskan dan pepaya dicuci hingga benar-benar bersih.
• Masukkan ½ kg gula pasir ke dalam pepaya, aduk rata. Diamkan selama 2 jam sampai pepaya berair. Tiriskan dan sisihkan airnya.
• Tambahkan air gula bekas rendaman tadi dengan ½ kg sisa gula pasir, lalu direbus sampai menngental. Angkat dan dinginkan.
• Tuangkan air gula ke pepaya, kemudian simpan dalam toples serta direndam selama semalaman sampai keluar air. Tiriskan.
• Manisan pepaya basah siap disajikan
Berikut ini saya juga akn memberikan teritorial pembuatan manisan buah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar